Senin, 17 Desember 2018

Malaikat tak Bersayap, Dia Mamaku




Sekarang aku sudah bisa membayangkan bagaimana teriakan bahagia Mama ketika tau bahwa aku telah ada. Waupun masih dalam perut Mama. Dimana seiring berjalannya waktu perut Mama semakin membesar, membuat Mama sulit beraktivitas, membuat bentuk tubuh Mama tak lagi semenarik sebelum mengandungku, membuat Mama merasa sakit setiap kali aku bergerak dan menendang-nendang. Dan saat aku lahir, tangisan pertamaku mungkin jadi lagu yang paling indah buat Mama. Mama juga mengajariku mulai dari duduk, berdiri, berjalan, bicara, dan belajar semua yang sebelumnya tak dapat ku lakukan. Pada saat aku belajar berjalan, jatuh, bangkit dan jatuh lagi bukan alasan untuk Mama bosan mengajariku. Pada saat aku belajar bicara, kata-kata yang tak jelas bukan alasan untuk Mama bosan mendengarkanku. Aku tau Mama justru bahagia semua yang terjadi selama proses pertumbuhanku. Mama dapat melakukan semuanya dengan sangat-sangat baik. Termasuk berbohong, Mama sangat handal dalam berbohong. Ketika Mama mengatakan tidak lapar, hanya karena agar aku makan. Ketika Mama mengatakan tidak lelah, hanya karena agar aku bisa beristirahat. Ketika Mama mengatakan semua baik-baik saja hanya agar aku tidak bersedih.
Setelah semuanya itu, lalu kenapa mulutku yang dulu Mama ajari berbicara justru sering melawan dan membohongimu? Lalu kenapa tangan dan kakiku yang dulu selalu Mama kuatkan justru tak ku gunakan untuk membantumu? Dan kenapa setelah semua kesalahan yang kulakukan Mama tetap mencintaiku? Bagaimana bisa Mama memaafkan ku bahkan sebelum aku meminta maaf?
Sekarang seiring berjalannya waktu, rambutmu yang dulu hitam kini telah memutih dimakan waktu. Kulitmu yang dulu kencang kini telah keriput dimakan usia.
Ma maafkan aku yang belum bisa menjadi kebanggaan dari angan-anganmu. Maafkan aku yang belum bisa mewujudkan kenyataan dari impianmu. Namun percayalah perjuanganku saat ini semata-mata untuk Mama, dan pencapaianku kelak juga akan ku persembahkan untuk Mama. Terimakasih Ma untuk semua cinta dan pengorbananmu.

22 komentar:

  1. Wahh, saya menjadi terharu
    Semangat selalu ya

    BalasHapus
  2. Aku jadi teringat ibu ku😭
    Terimakasih nova

    BalasHapus
  3. Wahhh, ini postingan yang sangat menyentuh hati

    BalasHapus
  4. Aku rindu mamak, pengen cepat pulanggg

    BalasHapus
  5. Terima kasih, untuk mengingatkan ku atas jasa mamaku. Semangat terusss, Nova!!

    BalasHapus
  6. Jadi kangen mama deh, terharu....

    BalasHapus
  7. terimakasih, mengingatkan aku pada ibuku.
    terus berkarya ya Nova

    BalasHapus
  8. jadi kangen mama :""
    semangat dlm berkarya ya...

    BalasHapus
  9. Duhh jadi rindu malaikat tak bersayapku di kampungg :")) pengen pulangg

    BalasHapus
  10. kan jadi rindu malaikat tak bersayap ku huhu

    BalasHapus
  11. Wah, terharu aku kak
    Jadi rindu tante kesayanganku😢, yang kuanggap sebagai mama ku, walaupun bukan dia melahirkan dan membesarkanku tapi kasih sayang dan peratihannya sudah sama seperti sosok mama kandungku.
    Semangat terus iya kak.
    Buat mama kakak bangga pada pada kakak😊
    Ditunggu postingan selanjutnya iya kak.

    BalasHapus
  12. Wah, terharu aku kak
    Jadi rindu tante kesayanganku😢, yang kuanggap sebagai mama ku, walaupun bukan dia melahirkan dan membesarkanku tapi kasih sayang dan peratihannya sudah sama seperti sosok mama kandungku.
    Semangat terus iya kak.
    Buat mama kakak bangga pada pada kakak😊
    Ditunggu postingan selanjutnya iya kak.

    BalasHapus
  13. jadi terharu teringat perjuangan mama 😢

    BalasHapus
  14. Perjuangan ibu memang susah. Ingatlah akan jasa2 ibu kita yg telah melahirkan kita. 😊

    BalasHapus