Kamis, 20 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
From Nana To Jeje
Hai Jejeku yang jauh disana :)
Apa kabarmu?
Kuharap baik-baik saja.
Sejak tak bersama, banyak yang berbeda.
Dulu sih kalau mau kemana-mana ada yang selalu siap sedia buat nemani. Kalau butuh sesuatu juga ada yang siap sedia buat bantu.
Tapi sekarang... :(
Aku rindu makan bakwan tapi gak mau kena minyaknya, rindu kusut-kusut muka, rindu pijak-pijakan kaki, rindu diikatkan rambut, pokoknya rindu semuanya yang mungkin hanya kita berdua yang tau itu apa :D hehe
Na jangan terlalu sering makan KFC, jangan makan-makan saos, jangan minum-minum es, jangan telat-telat makan, jangan tidur terlalu larut, belajar baik-baik. Hufft kalimat yang hampir tiap hari kau ucapkan :D Tapi sangat jarang ku lakukan.
"Keras kepala, gak bisa dibilangi, aku angkat tanganlah !" Kau nya marah, tapi buatku itu lucu :D
You're not just a boyfriend,but you are also my best friend
Walaupun kita jauh, jangan khawatir ya. Disini aku punya banyak teman yang selalu siap bantu aku. Sama sepertimu.
Jangan suka curiga, aku baik-baik loh disini. Cuma selingkuh dengan doa kok :)
Sebab doa adalah selingkuhan terbaik untuk cinta yang direbut oleh jarak !
Senin, 17 Desember 2018
Malaikat tak Bersayap, Dia Mamaku
Sekarang aku sudah bisa membayangkan bagaimana teriakan bahagia Mama ketika tau bahwa aku telah ada. Waupun masih dalam perut Mama. Dimana seiring berjalannya waktu perut Mama semakin membesar, membuat Mama sulit beraktivitas, membuat bentuk tubuh Mama tak lagi semenarik sebelum mengandungku, membuat Mama merasa sakit setiap kali aku bergerak dan menendang-nendang. Dan saat aku lahir, tangisan pertamaku mungkin jadi lagu yang paling indah buat Mama. Mama juga mengajariku mulai dari duduk, berdiri, berjalan, bicara, dan belajar semua yang sebelumnya tak dapat ku lakukan. Pada saat aku belajar berjalan, jatuh, bangkit dan jatuh lagi bukan alasan untuk Mama bosan mengajariku. Pada saat aku belajar bicara, kata-kata yang tak jelas bukan alasan untuk Mama bosan mendengarkanku. Aku tau Mama justru bahagia semua yang terjadi selama proses pertumbuhanku. Mama dapat melakukan semuanya dengan sangat-sangat baik. Termasuk berbohong, Mama sangat handal dalam berbohong. Ketika Mama mengatakan tidak lapar, hanya karena agar aku makan. Ketika Mama mengatakan tidak lelah, hanya karena agar aku bisa beristirahat. Ketika Mama mengatakan semua baik-baik saja hanya agar aku tidak bersedih.
Setelah semuanya itu, lalu kenapa mulutku yang dulu Mama ajari berbicara justru sering melawan dan membohongimu? Lalu kenapa tangan dan kakiku yang dulu selalu Mama kuatkan justru tak ku gunakan untuk membantumu? Dan kenapa setelah semua kesalahan yang kulakukan Mama tetap mencintaiku? Bagaimana bisa Mama memaafkan ku bahkan sebelum aku meminta maaf?
Sekarang seiring berjalannya waktu, rambutmu yang dulu hitam kini telah memutih dimakan waktu. Kulitmu yang dulu kencang kini telah keriput dimakan usia.
Ma maafkan aku yang belum bisa menjadi kebanggaan dari angan-anganmu. Maafkan aku yang belum bisa mewujudkan kenyataan dari impianmu. Namun percayalah perjuanganku saat ini semata-mata untuk Mama, dan pencapaianku kelak juga akan ku persembahkan untuk Mama. Terimakasih Ma untuk semua cinta dan pengorbananmu.
Langganan:
Postingan (Atom)

